Bulan yang tampak berubah dari sabit menjadi purnama bukan sedang berganti bentuk. Yang berubah ialah bagian terangnya yang terlihat dari Bumi, seiring perubahan kedudukan Bulan terhadap Matahari.[1]
Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan
Tiga posisi membantu menjelaskan fase-fase itu. Saat Bulan berada pada posisi konjungsi, kedudukannya searah dengan Matahari; sisi yang menghadap Bumi tampak gelap atau tidak terlihat. Saat oposisi, Bulan berada berlawanan arah dengan Matahari dan tampak purnama. Di antara kedua posisi itu, saat Bulan berada tegak lurus terhadap garis penghubung Bumi dan Matahari, bagian terangnya terlihat setengah.[1]
Urutan fase dari sabit ke purnama
Bagian terang yang tampak bertambah luas dari Bulan baru menuju purnama, lalu berkurang lagi. Urutannya dapat dibaca sebagai berikut:[1]
- Bulan baru: sisi Bulan yang menghadap Bumi gelap atau tidak tampak.[1]
- Sabit muda: kurang dari setengah bagian Bulan tampak terang, sehingga terlihat seperti sabit.[1]
- Kuartal pertama: Bulan tampak setengah terang. Setelah fase ini, bagian yang terlihat terang bertambah hingga memasuki fase cembung awal.[1]
- Purnama: Bulan tampak sebagai lingkaran penuh ketika berada di sisi yang berlawanan dengan Matahari.[1]
- Cembung akhir: setelah purnama, penampakan terang mulai tampak mengecil.[1]
- Kuartal ketiga: Bulan kembali tampak setengah terang.[1]
- Sabit tua: hanya sebagian kecil yang terlihat sebelum urutannya kembali ke Bulan baru.[1]
Jadi, sabit dan purnama adalah rupa fase Bulan dari sudut pandang Bumi. Perubahan posisi Bulan, Bumi, dan Matahari menjelaskan mengapa bagian terang yang terlihat tidak selalu sama.[1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Fase bulan. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=28005611&title=Fase_bulan (diakses 2026-10-03).